SELAYANG PANDANG

VISI: 

Minahasa Maju Dalam Ekonomi Dan Budaya, Berdaulat, Adil Dan Sejahtera

 

MISI:

1. Meningkatkan Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Berbudaya dan Berdaya Saing

2. Mewujudkan Kemandirian Ekonomi dengan mendorong Sektor Pertanian, Perikanan, dan Pariwisata.

3. Mewujudkan Pengembangan Kewilayahan dengan Prinsip Pembangunan Berkelanjutan

4. Meningkatkan Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat yang Berkeadilan

5. Memantapkan Managemen Birokrasi yang Profesional melalui Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

 

Nawa Cita RR-RD :

1. Menghadirkan Pemerintah yang melindungi segenap masyarakat Minahasa, memberikan rasa aman dilandasi kepentingan efektif, demokratis dan berbangsa dan bernegara

2. Membuat Pemerintah tidak absen dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, dan terpercaya

3. Membangun Minahasa dari pinggiran dengan memperkuat daerah pedesaan Minahasa

4. Memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Minahasa melalui percepatan pembangunan sektor pertanian, perikanan dan pariwisata

5. Meningkatan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Minahasa yang sehat, cerdas, terdidik dengan karakter kepribadian yang berdaya saing

6. Meningkatkan produktifitas rakyat sehingga Minahasa bisa maju dan sejahtera

7. Membentuk karakter masyarakat Minahasa, dengan memperkuat semangat Mapalus dan Sitou Timou Tou

8. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial dengan menciptakan ruang dialog antar warga

9. Memastikan terselenggaranya pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.

 

22 KEGIATAN UNGGULAN

 

PENDIDIKAN

1. Pembangunan Sarana Prasarana Pendidikan

2. Memperkuat Kompetensi Guru (a.l bantuan studi)

3. Selain Bebas biaya sekolah, juga Bantuan Seragam, Sepatu dan Tas untuk Siswa Baru kelas 1 SD & 1 SMP

 

KESEHATAN

4. Meningkatkan Kualitas Pelayanan Seluruh Puskesmas (BPJS Gratis)

5. Pengadaan Satu unit Ambulance di Setiap Kecamatan

6. Pembangunan Rumah Layak Huni dan peningkatan Kualitas Rumah Tinggal Keluarga Miskin.

 

PEMBANGUNAN FASILITAS PUBLIK

7. Peningkatan infrastrutur Jalan dan Jembatan

8. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

9. Membangun Fasilitas Pariwisata Di sekitar Danau Tondano, Pantai Timur dan Pantai Barat

10. Pemberian Banruan Usaha Pertanian, Perkebunan & Perikanan

11. Peningkatan Sarana Dan Prasarana Olahraga Di Desa-Desa

12. Pemberian Bantuan Untuk Peningkatan Sarana Peribadatan

13. Pemekaran Langowan dan Minahasa Barat

 

SOSIAL

14. Peningkatan Kerjasama Pembangunan Dengan Elemen Masyarakat termasuk pemberian Insentif Khusus untuk Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat

15. Bantuan Kesehatan Untuk Penduduk Lanjut Usia

16. Bantuan Dana Duka

 

APARATUR PEMERINTAHAN

17. Mendorong Profesionalutas Pegawai Negeri Sipil/ASN, Peningkatan Kesejahteraan dan Pemberian Bantuan Studi Lanjut Untuk Pegawai Negeri Sipil

18. Peningkatan Kesehahteraan Aparat Desa dan Penghargaan Bagi Aparatur Desa Berprestasi

 

KEMASYARAKATAN

19. Dialog Terbuka dengan Masyarakat secara periodik

20. Menjamin Keamanan, Ketertiban, Kenyamanan Hidup dan Berusaha di Seluruh Wilayah Minahasa

21. Mendorong Penguatan Karakter dan Budaya Minahasa dengan Prinsip MAPALUS dan SITOU TIMOU TUMUO TOU

22. Pembentukan Unit Reaksi-Respons-Relief Daerah (R3D) Minahasa

Bentuk Perisai : suatu simbol untuk kemampuan menghadapi berbagai tantangan 

1        Motto I JAYAT U SANTI : siap dengan tekad bekerja keras demi pembangunan

2       Burung Manguni : jenis burung yang ada di minahasa, dimana sangat banyak dikagumi orang  karena ia dapat memberi tanda apabila sesuatu akan terjadi, dan mempunyai perasaan dalam serta matanya tajam menatap jauh

3        Jumlah bulu sayap 17 helai serta ekor 5 helai: angka proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila

4        Bagian dada adalah lambang pohon kelapa : sebagai komoditi minahasa sejak dahulu

Kabupaten Minahasa adalah salah satu kabupaten di provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Tondano. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 4.626 km².

Pada 25 Februari 2003 Kabupaten Minahasa dimekarkan menjadi Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon berdasarkan UU No.10/2003. Pada tanggal 18 Desember 2003 Kabupaten Minahasa dimekarkan lagi menjadi Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Utara berdasarkan UU No. 33/2003.

Pendidikan

Kabupaten Minahasa memiliki satu Universitas Negeri yaitu Universitas Negeri Manado (UNIMA)Kampus Biru Tounsaru Tondano Selatan dan satu Sekolah Tinggi Swasta yaitu Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng.

Kecuali di Kota Tondano dimana terdapat 8 Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), di beberapa kota dan kecamatan terdapat rata-rata dua hingga tiga SLTA saja​

Sejarah Kabupaten Minahasa

Minahasa berasal dari kata MINAESA yang berarti persatuan, yang mana zaman dahulu Minahasa dikenal dengan nama MALESUNG.

Orang minahasa yang dikenal dengan keturunan Toar Lumimuut pada waktu itu dibagi dalam 3 (tiga) golongan yaitu :

    Makarua Siow : para pengatur Ibadah dan Adat

    Makatelu Pitu : yang mengatur pemerintahan

    Pasiowan Telu : Rakyat

Berdasarkan penyelidikan Dr. J.P.G. Riedel, sekitar tahun 670 di Minahasa telah terjadi suatu musyawarah di watu Pinawetengan yang dimaksud untuk menegakkan adat istiadat serta pembagian wilayah Minahasa. Pembagian wilayah minahasa tersebut dibagi dalam beberapa anak suku, yaitu:

Anak suku Tontewoh (Tonsea) : wilayahnya ke timur laut

Anak suku Tombulu : wilayahnya menuju utara

Anak suku Toulour : menuju timur (atep)

Anak suku Tompekawa : ke barat laut, menempati sebelah timur tombasian besar

Pada saat itu  belum semua daratan minahasa ditempati, baru sampai di garisan Sungai Ranoyapo, Gunung Soputan, Gunung Kawatak, Sungai Rumbia. nanti setelah permulaan  abad XV dengan semakin berkembangnya keturunan Toar Lumimuut, dan terjadinya perang dengan Bolaang Mongondow, maka penyebaran penduduk makin meluas keseluruh daerah minahasa. Hal ini sejalan dengan perkembangan anak suku sepert anak suku Tonsea, Tombulu, Toulour, Tountemboan, Tonsawang, Ponosakan dan bantik.

Di Minahasa sejak dahulu tidak mengenal adanya pemerintahan yang diperintah oleh raja. Yang ada adalah:

Walian :Pemimpin agama / adat serta dukun

Tonaas : Orang keras, yang ahli dibidang pertanian, kewanuaan, mereka yang dipilih menjadi kepala walak

Teterusan : Panglima perang

Potuasan : Penasehat